Merubah scope firewall di windows server 2003
Firewall merupakan software/hardware yang digunakan untuk memberikan aturan-aturan tertentu pada sebuah komputer/server. Tujuannya, agar komputer kita lebih aman dari serangan hacker. Pada windows terdapat built in firewall yang bisa kita atur sedemikian rupa. Secara default port ditutup oleh firewall, sehingga ketika kita menghidupkan firewall, kita harus mendefinisikan program/service tertentu agar di allow untuk diakses.
Salah satu program yang secara default di block oleh firewall adalah file/printer sharing. Apabila kita menghidupkan firewall, maka kita tidak bisa melakukan folder sharing pada komputer kita. Agar bisa sharing kita harus menambahkan File/Printer sharing pada Firewall exception.
Secara default firewall exception pun hanya menambahkan pada scope subnet. Sehingga file sharing hanya bisa dilakukan di komputer yang berada dalam satu subnet dengan komputer kita. Untuk merubah scope firewall lakukan langkah-langkah berikut :
- Buka windows firewall
- Pilih exception tab
- Click File/Printer sharing
- Click Edit
- Click Change Scope pada setiap port
- Pilih any computer untuk memberikan privilege sharing
TRIM pada SQL Server
Trim adalah fungsi standar yang biasa digunakan oleh bahasa pemrograman untuk menghilangkan karakter spasi dalam sebuah string. Misalnya ‘ Hello world ‘ dengan fungsi trim(‘ Hello world ‘) akan menjadi ‘Hello world’.
Pada SQL Server, fungsi trim tidak disediakan secara default. Kita perlu melakukan trick tertentu untuk menghilangkan spasi. Caranya menggunakan LTRIM dan RTRIM bersama-sama.
Berikut contoh query untuk menghilangkan spasi di SQL Server :
select LTRIM(RTRIM(' Hello world '))
Grant privilege seluruh object schema di oracle
Di oracle, setiap user/schema mempunya objek sendiri. Objek dapat berupa table, view, procedure, function atau package. Secara default user tidak dapat mengakses objek milik user2 yang lain, kecuali setelah owner objek memberikan hak akses pada user tersebut.
Pemberian hak akses terhadap objek schema di oracle dilakukan per objek. Jika seorang schema memiliki 100 objek, kita harus menjalankan script 100 kali untuk memberikan seluruh objek. Tetapi ada trik yang dapat kita lakukan untuk mengatasi hal itu.
Untuk memberikan hak akses seluruh objek yang dimiliki suatu schema, lakukan langkah-langkah berikut :
- login sebagai user owner
- jalankan script berikut :
begin
for i in (select object_name from user_objects where object_type in ('TABLE','VIEW'))
LOOP
execute immediate 'grant select on '|| i.object_name||' to bb';
end loop;
end;
/
Mengatasi error ‘cannot restore segment prot after reloc: Permission denied’
Error diatas terjadi karena setting pada selinux.
Untuk mengatasi masalah diatas, lakukan langkah berikut :
- Masuk menu System -> Administration -> Security Level and Firewall -> SELinux Tab.
- Rubah setting dari “Enforce” menjadi “Disabled”
Cara mengedit fstab pada saat “Repair filesystem”
Pernahkah anda mengalami error berupa linux tidak bisa login karena adanya error pada filesystem ??.
Pada tulisan ini akan membahas bagaimana troubleshooting linux ketika muncul prompt “Repair filesystem” pada RHEL 5. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan :
- Boot menggunakan CD/DVD installasi linux
- Pada saat boot prompt tekan F2
- Tuliskan ‘linux rescue’
- Tunggu sampai semua proses selesai
- Jalankan perintah berikut :
# vi /mnt/sysimage/etc/fstab
Bridge Networking di Sles
Sebagaimana tulisan di blog sebelumnya tentang Bridge networking di rhel, disini kita akan membahas implementasi bridge networking di Suse Linux Enterprise (SLES).
Berikut langkah-langkah untuk bridge networking :
- login sebagai root
- tambahkan code berikut:
misal untuk bridge eth0 dan eth1
ip addr flush dev eth0
ip addr flush dev eth1
brctl addbr br0
brctl addif br0 eth0
brctl addif br0 eth1
ip addr add 192.168.4.3/24 brd + dev br0
ip route add default via 192.168.4.254 - test dengan perintah ifconfig
- perintah diatas digunakan untuk temporary bridge networking. Ini berarti bridge networking akan hilang ketika komputer restart.
Bridge Networking di RHEL
Pernahkah anda menangani server yang memiliki lan card lebih dari 1 buah ??. Pernahkah anda ingin mengoptimalkan fungsi 2 lan card tersebut untuk failover??. Jika iya, kita dapat menggunakan Bridge networking.
Dengan bridge networking kita dapat mengeset 2 lan card untuk failover. ini berarti apabila salah satu lan card tidak konek ke jaringan, maka koneksi akah dihandle oleh lan card lain yang masih aktif. Hal ini juga akan sangat menguntungkan, sehingga kita tidak perlu menghafal lan card mana yang digunakan dan tidak.
Masing-masing operating system memiliki cara tersendiri untuk menerapkan bridge. Pada tulisan ini, kita akan membahas tentang bridge networking di Redhat Enterprise Linux(RHEL).
Untuk mengeset bridge, lakukan langkah-langkah berikut :
- login sebagai root
- shutdown interface yang akan di bridge
ifdown eth0
ifdown eth1
- masuk ke /etc/sysconfig/network-scripts
cd /etc/sysconfig/network-scripts - edit file ifcfg-eth0
vim ifcfg-eth0 - Tambahkan baris berikut
DEVICE=eth0
HWADDR=00:AA:BB:CC:DD:EE
ONBOOT=yes
BRIDGE=bridge0 - edit file ifcfg-eth1
vim ifcfg-eth1 - Tambahkan baris berikut
DEVICE=eth1
HWADDR=00:AA:BB:CC:DD:FF
ONBOOT=yes
BRIDGE=bridge0
- edit file ifcfg-bridge0
vim ifcfg-bridge0 - Tambahkan baris berikut
DEVICE=bridge0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.1.2
TYPE=Bridge
USERCTL=no
IPV6INIT=no
GATEWAY=192.168.1.1
DELAY=0
- jalankan interface
ifup eth0
ifup eth1
ifup bridge0
- cek jaringan dengan perintah ifconfig





